Hari ini saya bahagia sekali. Akhirnya kesampaian juga jalan-jalan ke Kota Solo. Kota Solo atau yang disebut Surakarta ini memiliki nuansa sejarah dan budaya yang sangat kental. Masih memiliki tradisi Jawa yang tentunya dibanggakan oleh masyarakatnya. Hal ini menarik perhatian saya untuk mengunjungi salah satu tempat wisata yang tentunya lengkap dengan nuansa sejarah kota ini.
Ya, Keraton Surakarta Hadiningrat.
Tempat tersebut menjadi tujuan saya melangkahkan kaki ke kota ini. Kota dengan pemandangan hijau nan asri di sepanjang jalannya. Tertata cantik dan membuat mata betah memandang ke sekeliling sudut kota ini. Diawali dengan niat, siang tadi saya dan teman saya berangkat menuju Kota Solo dengan mengendarai sepeda motor. Tepat pukul 09.00 WIB kami berangkat. Melewati beberapa kota sembari melihat pemandangan. Tak lama kita pun sampai di Kota Solo. Kurang lebih dua jam setengah kami menempuh perjalanan. Lumayan pegal, tapi terbayar dengan keindahan dan kemegahan Keraton Solo ini. Kami pun bergegas membeli tiket masuk. Untuk tiket masuknya, pengunjung cukup merogoh kocek Rp. 10.000,- saja. Murah kan? Jalan-jalan nggak harus ke tempat mahal. Murah dan yang penting kita dapat ilmu dan pengetahuan baru itu adalah hal yang tak ternilai harganya.
Oke, setelah mendapat tiket, kita langsung let's go mengelilingi kompleks Keraton Solo. Hanya berbekal denah di depan pintu masuk, dan modal nanya-nanya, kita berhasil mengelilingi kompleks Keraton Solo dengan selamat dan bahagia (Hahahaha). Jadi dulu Keraton ini didirikan pada tahun 1744 oleh Pakubuwana II. Kompleks bangunan Keraton ini berfungsi sebagai tempat tinggal Sri Sunan beserta keluarganya yang masih menjalankan tradisi kerajaan hingga sekarang.
Dilihat dari bangunannya sendiri, Keraton ini memiliki arsitektur istana Jawa tradisional. Masih terawat dan dijaga keasliannya. Saya juga nggak tahu orang yang jaga disana itu siapa. Bisa juga kerabat atau anggota dari Keraton. Ada yang aneh. Pernah waktu saya mau motret salah satu kereta antik disana, petugas yang jaga minta buat nge fotoin. Yaudah deh, saya iyain. Sebelum motret, Bapak yang jaga itu selalu ngomong sendiri sama kereta yang ada di belakang saya. Gileeee, ini Bapak ngomong sama siapa coba? Itu kereta ada hantunya? Atau ada yang jaga? Entahlah, Allahualam. Intinya mah niatnya cuman mau foto. Akhirnya kelar juga si Bapak jeprat-jepret kami berdua. Pas mau pergi, si Bapak bilang nggak jelas gitu. Ternyata foto-foto tadi ada tarifnya -____-, yaelah tau gitu nggak usah minta pake difoto si Bapak. Foto sendiri juga kelar. Yaudah deh, hitung-hitung amal saya bayar lah si Bapak tadi. Terus kita cussss lagi ke sudut lain dari bangunan itu.
Seperti museum kebanyakan sih. Banyak benda-benda bersejarah didalamnya. Hati-hati ya kalo jalan-jalan kesana. Lampunya itu agak remang-remang gitu. Nggak tahu sengaja atau gimana. Pokoknya harus melek mata, kalau nggak bakal nabrak sesuatu. Kalo sampai pecah, embuh gantinya gimana. Ya kali kalau disuruh ganti aja, kalau disuruh jadi patung arca disono kan repot hemmmmmm (Hehe).
Puas berkeliling, kita santai sejenak dibawah rindangnya pohon beringin yang gedenya minta ampun. Menikmati angin sepoi-sepoi (berasa di pantai), Suasananya memang endes banget kalo buat merem. Matahari semakin terik, kita memutuskan untuk pulang. Karena nggak mau kesorean kita langsung pulang kira-kira pukul 14.00 WIB. Pokoknya seneng banget jalan-jalan ke sini. Waktu perjalanan pulang kita tengok juga ada wisata lain. Namanya Taman Sriwedari. Kepengin mampir, tapi kita takut nanti keburu sore. Yasudah kita pulang dengan membawa cerita berharga buat anak-cucu nanti (ciye masih lama kali).
Hasil foto kita jalan-jalan tadi :
Sekian ya,
Silahkan yang mau jalan-jalan kesini.
Terima Kasih.
Wassalammualaikum...















Tidak ada komentar:
Posting Komentar